PAUS DITEMUKAN DENGAN PERUT PENUH DENGAN SAMPAH PLASTIK

Video source: The Guradian

Sehabis nonton video yang viral soal Paus yang ditemukan mati di pinggiran pantai di suatu pulau di Indonesia jadi kepikiran soal masalah sampah plastik, kasihan ini Paus kan mulutnya gede banget, sekali sruput juga 10 orang masuk kemulutnya. Padahal ya Paus itu makanan utamanya plankton dan ikan-ikan kecil, tapi karna banyaknya sampah di lautan masuk lah plastik yang tak ada satu makhlukpun dapat mencernanya.

Sedihnya, negara-negara besar kayak Indonesia, China, Filipina, Vietnam dan lain-lain masih membuang sampahnya ke lautan. Dalam berita Forbes negara US membuang 33,6 juta ton plastik dan hanya 9,5% yang didaur ulang.

Sekarang bagaimana caranya kita setidaknya sedikit mengurangi penggunaan plastik dan membantu melestarikan Bumi kita tercinta ini?

The Ocean Clean Up sudah mengambil langkah besar yang jelas dengan tujuan utama menyaring sampah di lautan. Kalian juga bisa bergabung dengan The Ocean Clean Up dengan berdonasi atau menjadi bagian dari program mereka. Selain dengan melakukan hal besar diatas, kita juga bisa berkontribusi dengan melakukan hal-hal kecil seperti:

Berhenti menggunakan produk plastik sekali pakai

Minuman botolan plastik, minuman kemasan gelasan plastik, sedotan plastik, kantung plastik yang kita dapat di pasar atau mall, itu semua hanya untuk sekali pakai dan berakhir di tempat sampah. Memang lebih baik dengan tidak membuangnya sembarangan karna ada beberapa jenis manusia yang terlahir untuk buang sampah sembarangan.

Menggunakan produk daur ulang

Menggunakan produk daur ulang juga bisa jadi salah satu cara mempertahankan kelestarian Bumi, ketika produk dari hasil daur ulang laku, sudah pasti akan menambah alasan untuk menjadikan sampah plastik menjadi sesuatu yang bisa digunakan lagi.

Bergabung dengan aksi nyata dan besar

Kita bisa memulai dengan hal-hal kecil, namun program besar seperti The OCean Clean Up juga masih membutuhkan dukungan kita. Atau lebih baik lagi kita mulai pergerakan kita sendiri untuk hidup yang lebih bersih dan Bumi yang lebih indah.



Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: