Kopisel

Kopisel itu tempat ngopi, bukan kafe. Entah apa bedanya. Oh mungkin di estetika, kafe itu estetik, rapi, kalau Kopisel ini kalian sesuaikan sendiri aja, bebas. 2016 atau 2017, waktu itu Batam belum…

1 min read

Kopisel itu tempat ngopi, bukan kafe. Entah apa bedanya. Oh mungkin di estetika, kafe itu estetik, rapi, kalau Kopisel ini kalian sesuaikan sendiri aja, bebas.

2016 atau 2017, waktu itu Batam belum terkenal dengan jalannya yang lebar, orang-orang masih mengenal Batam dengan harga hapenya yang murah, sama jembatan Barelang. Kopisel waktu itu baru buka, ownernya abang-abang yang hobi motoran.

Waktu itu hidup isinya 95% masih main-main, masih banyak teman yang bisa diajakin duduk buat nongkrong sekalian debat agama atau politik, memang kebanyakan dari kami merasa sangat cerdas saat itu.

Kopisel jadi tempat yang melihat langsung bagaimana aku dan teman-teman yang waktu itu masih berusia 20an awal berganti-ganti kegiatan, mulai dari random camping, mancing, ada juga yang tiba-tiba jadi seorang stand-up comedian. Namanya juga masa pencarian jati diri.

Sayangnya Kopisel tutup tahun 2020 (kalau tak salah). Yang tersisa cuma beberapa foto saja, dan kenangan yang tak tahu mau diceritakan ke siapa. Yang jelas Kopisel itu tak pernah tentang kopinya yang enak, atau tempatnya yang estetik, atau bahkan harganya yang murah. Lebih dari itu di Kopisel pernah ada banyak pertemanan yang terjalin, bahkan sampai sekarang ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *