Olahraga sepak bola ini diperkenalkan di Indonesia oleh bangsa Eropa, termasuk Belanda. Olahraga lain seperti kasit, renang, tenis juga mulai diperkenalkan, namun sepak bola lah yang paling merakyat. Sepak bola awalnya hanya dimainkan oleh kalangan elite dan ningrat.

Sepak bola disukai karna tidak memerlukan lapangan khusus dan juga tidak memerlukan perlengkapan khusus, main sepak bola nyeker sudah jadi kebiasaan, lapangan pun tidak harus rumput, pasir atau tanah, bahkan lapangan yang berlapis semen pun bisa dijadikan lapangan sepak bola.

Seiring waktu terbentuklah NIVB atau Nederlandsch Indische Voetbal Bond. Dan pada 1927, NIVB menjadi NIVU atau Nederlandsch Indische Voetbal Unie yang sering mengadakan pertandingan sepak bola untuk meramaikan pasar malam.

Pada tahun 1925 dibentuklah Persidja atau Persatuan Sepakbola Djakarta, saat itu team Persidja menggunakan lapangan di Jalan Biak, Roxy, Jakarta Pusat, Persidja juga mendirikan PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia pada tahun 1930. Lalu pada tahun 1928 dibentuk Voetbal Bond Indonesia Jacarta atau VIJ untuk merespons diskriminasi yang dilakukan NIVU.

Pesepak bola yang terkenal waktu itu bernama G. Rehatta dan De Wolf dari NIVU. Setelah itu popularitas berpindah ke tangan pesepak bola bond Tionghoa dan Indonesia. Nama-nama yang populer saat itu adalah Maladi, Sumadi, da Ernst Mangindaan, yang sekarang menjadi seorang legend.

Indonesia pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia pada tahun 1938 dan diwakilkan oleh VIJ. Hal ini menjadi porsi besar dalam sejarah walaupun NIVU atau organisasi sepak bola Belanda sempat bersitegang dengan PSSI mengenasi siapa yang layak mewakili Indonesia atau yang waktu itu dikenal Hindia Belanda di ajang Piala Dunia. Hasilnya kesebelasan yang dikirimkan untuk bertanding menggunakan bendera NIVU, yang saat itu diakui oleh FIFA.

Partisipasi Indonesia di ajang Piala Dunia menghasilkan beberapa rekor yang luar biasa, atau tidak biasa. Indonesia dengan bendera Hindia Belanda menjadi negara Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia, walaupun menghasilkan kekalahan dari Hungaria dengan skor 6-0.

Berikut rekor-rekor yang dihasilkan Indonesia dalam ajang Piala Dunia 1938

  1. Indonesia menjadi peserta Piala Dunia dengan jumlah pertandingan paling sedikit yaitu satu kali
  2. Menjadi negara yang mencetak gol paling sedikit yaitu 0
  3. Menjadi negara di ajang Piala Dunia dengan nilai rata-rata kebobolan tertinggi yaitu 6 go

Setelah 1938, Indonesia dibawah kepemimpinan Bung Karno menjadi peserta Piala Dunia lagi pada tahun 1958. Indonesia berhasil melewati Tiongkok di babak pertama kualifikasi, lalu menolak bermain melawan Israel yang menyebabkan Indonesia tidak melaju ke babak berikutnya. Sejak saat itu seolah-olah Indonesia tidur siang dari ajang sepak bola dunia.