Antara Bung Karno dan rakyat

Salah satu bukti kecintaannya terhadap rakyatnya Bung Karno sering kali menjadi seorang Harun al-Rasyid, seorang khalifah atau pemimpin terbaik Dinasti Abbasiyah. Hal ini menjadikannya seorang yang cintanya terbalaskan oleh rakyatnya sendiri. Bung Karno sering kali berjalan-jalan keliling kota seorang diri atau hanya dengan seorang ajudan yang berpakaian seperti preman. Kalau biasanya Bung Karno dapat dikenali dengan peci hitam dan seragamnya, ketika keluyuran malam Bung Karno hanya menggunakan sendal dan pantalon atau celana yang panjangnya sampai ke mata kaki, dan kalau udara cukup panas Bung Karna menggunakan kemeja. Dari keluyuran malam ini Bung Karno dapat melihat kehidupan rakyatnya, mendengar mereka, dan menyentuh mereka. Kebahagiaan Bung Karno ada pada rakyatnya. Dari buku “Bung Karno – Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” karya Cindy Adams, Bung Karno bilang kalau mereka para rakyat Indonesia adalah roti kehidupan.

Sate adalah salah satu menu favorit Bung Karno, sering kali di malam hari, Bung Karno keluar malam dengan mobilnya dan makan sate di pinggir jalan dilengkapi dengan daun pisang sebagai piringnya.

Rakyat Indonesia pada saat itu mudah sekali mengenal Bung Karno, bahkan hanya dari suaranya saja, rakyat sudah bisa tahu kalau ditengah keramaian ada Bung Karno diantara mereka.

Bung Karno dan perempuan

Tak sedikit yang bilang kalau Bung Karno sangat menyukai perempuan, hal ini telah memengaruhi reputasinya. Ketika Bung Karno mengunjungi Tokyo salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Kokusai Gekijo, tempat dimana ratusan gadis ditampilkan diatas panggung. Bung Karno pernah mengajak Bambang Sugeng, seorang Duta Besar untuk mendatangi acara ini, Bung Karno bilang kalau seorang diplomat harus mengetahui setiap jenis kehidupan di negeri dimana dia ditempatkan. Tapi Bambang Sugeng tidak bertahan lama dan meminta untuk pergi. Bung Karno menyimpulkan dia orang yang munafik.

Tahun 1964, di Filipina, Presiden Diosdado Macapagal menyambut kedatangan Bung Karno dan mengantarkannya ke Laurels Mansion, untuk memeriahkan kedatangan Bung Karno, Bayanihan Cultural Ensemble ditampilkan, dua gadis mendatangi Bung Karno untuk ikut menari, karna tak mungkin untuk ditolak, Presiden pertama Indonesia itu pun ikut menari lalu…Jepret! Jepret! Jepret! Foto Bung Karno dengan keadaan tadi diabadikan bersamaan dengan tulisan: Inilah Sukarno, pemburu perempuan, beraksi lagi.

Disini kejujuran seorang Bung Karno terlihat, dia mengakui kekagumannya terhadap perempuan, pada buku yang ditulis Cindy Adams, ada cerita menarik tentang Bung Karno yang kalau saat itu sedang kelelahan lalu didatangi oleh sekretarisnya yang berbadan besar dan botak yang kebetulan adalah seorang pria dan membawa sekumpulan surat-surat yang perlu ditantatangani, Bung Karno akan memintanya untuk pergi. Tapi sebaliknya, kalau yang datang adalah seorang perempuan dengan tubuh ramping, dengan dandanan rapi dan menebarkan aroma harum, bagaimanapun keadaan Bung Karno saat itu akan menjadi lebih baik.

Bung Karno dan seni

Indonesia adalah salah satu negara penghasil seni yang autentik, beragam alat musik, lukisan, lagu-lagu terkenal berasal dari negara yang besar ini. Sebagai seorang Presiden, Bung Karno sangat mencintai seni, bahkan sampai memiliki koleksi yang bermacam-macam, ada yang berasal dari Italia, Budapest, Irak, dan negara-negara lain di Eropa.

Pernah juga ada seorang yang berasal dari Texas yang menyukai salah satu benda artistik yang Bung Karno punya lalu menawarkan untuk ditukarkan dengan sebuah mobil Cadillac sebagai gantinya, Bung Karno menolak mentah-mentah tawaran itu. Tetapi kalau Bung Karno menyukai seseorang maka Bung Karno akan memberikan sebuah lukisan atau hasil tenun untuknya sebagai hadiah. Semua seni yang dimiliki Presiden Bung Karno dimaksudkan untuk diwariskan untuk rakyat Indonesia. Biarlah benda-benda artistik itu dimasukkan ke Museum Nasional.

Sate ayam lima puluh tusuk

Tidak ada perayaan besar setelah pembacaan Proklamasi oleh Bung Karno, hanya saja ada cerita menarik saat Bung Karno berjalan pulang, saat itu ada tukang sate yang terlihat oleh Bung Karno, “Sate ayam 50 tusuk!” konon menjadi perintah pertama yang Bung Karno berikan, sekaligus itulah satu-satunya yang bisa dianggap sebagai perayaan setelah naskah Proklamasi dibacakan.

Sukarno dan perasaan

“Orang Indonesia memang penuh perasaan. Kamilah satu-satunya bangsa di dunia yang tidur memakai guling. Di setiap ranjang orang Indonesia terdapat bantal untuk tidur dan guling yang gunanya hanya untuk dipeluk sepanjang malam.” -Buku Bung Karno – Sang Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams.

Bung Karno akan menjadi orang yang paling menyenangkan di dunia apabila merasakan gelombang persahabatan. Sebaliknya Bung Karno juga juga dapat merasakan kebencian yang tak terucapkan. Dalam kedua kondisi tersebut Bung Karno akan beraksi berdasarkaan insting.

Wibawa seorang Bung Karno

Bung Karno sering kali melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Indonesia, dari Sabang sampai Marauke dikunjungi. Di Bali, orang-orang disana percaya kalau Bung Karno adalah penjelmaan Dewa Wisnu, Dewa Hujan dalam agama Hindu, karna setiap kali Bung Karno ke satu daerah benama Tampaksiring yang letaknya tidak jauh dari Denpasar, hujan selalu turun bahkan saat ditengah musim kemarau. Orang-orang Bali yakin, bahwa Bung Karno membawa berkah bagi mereka. Hal ini disyukuri Bung Karno karna kewibawaannya akan berkurang kalau kunjungannya ke Bali tidak dibarengi dengan hujan.